Saturday, January 31, 2009

Jalan Roy Mukhlis Tantang Juara WBC




JAKARTA - Ambisi Roy "The Sniper" Mukhlis menambah koleksi gelar juara dari ring tinju profesional terpenuhi. Itu terjadi setelah petinju binaan Sasana UOB Buana Semarang, Jateng, tersebut menang angka mutlak atas Simson Butar Butar dari Sasana Demokrat Jakarta dalam pertarungan perebutan gelar kelas ringan junior (59,8 kg) versi WBC International yang lowong di auditorium TVRI Senayan, Jakarta, Jumat malam (30/1).

Dalam pertarungan selama 12 ronde tersebut, ketiga hakim memenangkan The Sniper -julukan Roy. Hakim A Alfonso Sihombing memberikan nilai 117-111, hakim B Marten Kasangke mengeluarkan angka 116-112, dan hakim C Hendra Julio memberikan nilai 118-110.

The Sniper menyatakan puas meski hanya mampu menang angka. Apalagi, lawan sebelumnya sesumbar akan menjatuhkan dia pada ronde ketiga.

"Saya sempat emosi. Sehingga, pada ronde ketujuh saya ngomong pada dia, 'Ayo buktikan, katanya mau jatuhkan saya di ronde ketiga',"ucapnya setelah pertandingan.

Sukses itu membuat koleksi sabuk bergengsi petinju 23 tahun yang dilahirkan di Sumba Barat, NTT, 4 Oktober 1986, tersebut menjadi tiga. Dua sabuk juara sebelumnya masing-masing diperoleh dari Pan Asian Boxing Federation (PABA) dan WBO Oriental.

Status triple champions itu mendorong promotor Soeryo Goeritno untuk kembali mempromotori Roy ke pertarungan berikutnya, tapi dengan jenjang lebih tinggi.

"Saya akan mempertarungkan Roy melawan juara dunia WBC," papar Soeryo kepada wartawan sesudah pertarungan perebutan gelar WBC International tersebut.

Sabuk juara dunia versi WBC di kelas ringan junior saat ini dipegang petinju Meksiko Humberto Soto. Petinju 28 tahun itu baru menyandang sabuk tersebut pada 20 Desember 2008. Sabuk itu diperoleh setelah Soto dinyatakan menang angka mutlak atas Francisco Lorenzo dari Republik Dominika dalam pertarungan perebutan gelar lowong.

Soto dijadwalkan harus mempertahankan gelar pada 28 Maret mendatang. Tapi, sampai kemarin (31/1) lawannya belum ditentukan.

Momentum lawan Soto yang belum ditentukan itu akan dimanfaatkan oleh Soeryo. Jika segala sesuatu berjalan mulus, dalam tiga bulan mendatang dia sudah menjadwalkan mempertarungkan Roy dalam perebutan gelar juara dunia versi WBC.

"Saya ingin menghelat pertarungan perebutan gelar juara dunia versi WBC itu pada Maret 2009. Saya berharap Roy tidak lama-lama istirahat. Sebab, pertarungan berikutnya pasti lebih berat," terang Soeryo. (ado/diq)

Source : Jawa Pos
[ Minggu, 01 Februari 2009 ]

Roy Buka Jalan Menuju Juara Dunia Super Bulu

JAKARTA, SABTU - Petinju UOB Buana BC Semarang Roy Mukhlis membuka jalannya menuju juara dunia kelas super bulu WBC setelah masuk peringkat 10 besar WBC. Raihan itu menyusul kemenangannya atas Simson Butar Butar di kejuaraan WBC International di Jakarta, Jumat malam.

Sebelum pertarungan itu, Roy menduduki peringkat 23 WBC dan Simson 35. Tapi usai duel yang berlangsung 12 ronde itu, petinju kelahiran Sumba Barat, NTT tersebut akan masuk sebagai petinju peringkat 10 besar dan membuka jalannya untuk merebut juara WBC dunia.

"Saya sangat bahagia bisa memenangi kejuaraan ini, dan selanjutnya jalan saya untuk menjadi juara dunia WBC akan terbuka," kata Roy yang juga menyandang juara di PABA dan WBO Oriental setelah merebut kemenangannya itu.

Tiga juri yang menilai pertarungan kedua petinju itu, memberi kemenangan pada Roy dengan angka 117-111, 116-112, dan 118-110.

Dengan kemenangan itu maka kini Roy mencatat rekor bertanding 25 kali menang (17 KO), dua kali kalah dan sekali seri. Sedangkan bagi Simson kini dia memiliki rekor 30 bertanding (20 KO) dan tiga kali kalah.

Source : Kompas.com (31 Januari 2009)

Thursday, January 29, 2009

It's Time, WBC International Fight !!

ROY 'THE SNIPER' MUKHLIS VS SIMSON 'TERMINATOR' BUTAR-BUTAR

Battle Of the Two Champions
Two regional champion will fight to capture WBC International crown.
Roy Mukhlis, PABA champ, who has world rated at WBO #8 and WBA #11
Records : 20-2-2 (16 KOs)

Simson Butar-Butar, IBO Asia Pacific champ
Records : 19-8-1 (15 KOs)


Picture, from left : Simson Butar-Butar, Suryo Guritno, Chandru Lalwani and Roy Mukhlis.

Simson roaring, 'I will stopped Mukhlis not more than round 3 (three).'

Mukhlis said calmly , ' He trained, I trained hard too. Let's look and prove at the ring who is better.'

Sunday, January 18, 2009





A WBC International event will be promoted in Indonesia on January 30th 2009 with the vacant SUPER FEATHER WEIGHT title at stake :

Roy Mukhlis vs Simson Butar-Butar
Indonesian boxer Roy 'The Sniper' Mukhlis is ready to battle against Simson 'Terminator' Butar-Butar for the vacant WBC International Super Featherweight belt.

'I am really waiting for the big event (Jan 30). My job only concentrates on training hard to prepare my fight', said Mukhlis. Roy Mukhlis has a record of 20-2-2 (16 KOs) while Simson Butar-Butar has a record of 19-8-1 (14 KOs). This WBC International belt was vacated by Yuriorkis Gamboa when the Cuban Superstar decided to campaign at Featherwight .
Soeryo Guritno and his son are the involved promoters.

TALE OF TAPE
ROY MUKHLIS (WBC #23) - Also WBA #11, WBO # 7
Birth date/place : December 29, 1986, Sumba, NTT, Indonesia
Gym : UOB Buana BC Semarang
Stance : orthodox
heigh : 5' 9
Record : 20 (KO 16)-2-2
Trainer : Sutan Rambing
Manager : Sutan Rambing & Temuzin Rambing

SIMSON BUTAR-BUTAR (WBC #35)
Birth date/place : October 4, 1982, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Gym : Demokrat BC Jakarta
Stance : orthodox
heigh : 5' 4
Record : 19 (KO 14)-8-1
Trainer : Demianus & Said Iskandar
Manager : Yance

Source : WBC site

Wednesday, January 7, 2009

Tinju Pro Suram

Promotor Putar Otak Siasati Masa Depan Petinjunya

JAKARTA- Krisis ekonomi global benar-benar sangat mempengaruhi penyelenggaraan tinju profesional di Indonesia. Para promotor mulai merasakan betapa sulitnya mencari sponsor untuk menggelar pertarungan tinju bayaran tersebut.

Sulitnya mencari sponsor itu diakui dua promotor Indonesia paling produktif selama tahun 2008, Temuzin Rambing dan Pino Bahari. Temuzin dikenal sebagai promotor yang aktif menggelar pertarungan Best Boxing di Trans7. Sedangkan Pino merupakan promotor dalam pertarungan Gelar Tinju Profesional Indosiar (GTPI) di Indosiar.

Program-program pertarungan nasional dan internasional yang sudah disusun Temuzin setelah lebaran Idul Fitri 2008 berantakan menyusul dihentikannya acara Best Boxing di Trans-7. Acara itu ditutup karena minimnya sponsor.

Sedangkan Pino, yang mempromotori tinju di GTPI, memang hingga sekarang masih berjalan. Namun minimnya sponsor membuat Pino hanya menggelar pertarungan-pertarungan nasional. Program pertarungan internasional dan pertarungan perebutan gelar praktis belum bisa dilaksanakan.

Salah satu korban dari minimnya sponsor itu adalah Daud ‘’Cino’’ Jordan. Juara kelas bulu (57,1 kg) versi WBO Aspac Youth itu, yang seharusnya melakoni pertarungan wajib (mandatory fight) sebelum akhir tahun 2008, hingga sekarang belum juga bertanding. Bahkan, Pino yang sudah meminta pertarungan wajibnya ditunda hingga Januari 2009 dan telah pula disetujui pihak WBO Aspac, tetap saja belum menemukan sponsor.

Untunglah kedua promotor itu cukup kreatif dalam mensiasati para petinjunya agar tak kehilangan naluri bertarung. Beberapa petinju yang dikelola Sutan Rambing, pelatih dari sasana UOB Buana Semarang, misalnya, diterjunkan ke Kejurda Wushu di Purwokerto, Jateng, pada medio Nopember lalu. Para petinju tersebut antara lain, Wajib Suswanto, juara kelas bulu (57,1 kg) versi WBO Aspac ad interim, Rasmanudin, Richard Samosir, Billy Sumba dan Ricky Ambon.

Terakhir Wajib mempertahankan gelarnya di kelas bulu versi WBO Aspac ad interim setelah dinyatakan menang angka atas Jonel Alivio dari Filipina, pada 7 Juni 2008 di Trans-7. Praktis baru sekali itu Wajib mempertahankan gelarnya itu. Dia berhak menyandang gelar juara itu setelah dinyatakan menang TKO ronde ke-2 atas Theophilus Quaye dari Ghana, pada 3 Mei 2008 di Jakarta.

Tak hanya wushu, Wajib juga berencana akan turun dalam pertarungan Kick Boxing, pada 17 Januari mendatang, di Jateng. ‘’Daripada nggak ada pertandingan, lebih baik ikut bertanding di Kejujrda Wushu atau Kick Boxing. Dengan begitu, naluri bertarung kita bisa terjaga,’’ kata Wajib..

Sedangkan Pino mensiasati tidanya sponsor tersebut dengan menggelar pertarungan nasional. Salah satunya adalah Cino, yang terpaksa dihadapkan dengan lawan yang kelasnya di atas dirinya. Pada 22 Desember 2008, misalnya, Cino dihadapkan dengan Hardian Siregar. Cino menang TKO ronde ke-2.

Dan, mengantisipasi agar peringkat Cino di WBO tidak turun, seluruh hasil pertandingan Cino dilaporkan ke badan tinju dunia tersebut (WBO). Upaya yang dilakukan Pino memang berhasil. Buktinya, hingga kemarin,Cino tetap bertengger sebagai penantan peringkat 3 versi WBO.

Tak hanya Pino yang berhasil mengamankan gelar juara yang disandang Cino belum dicabut WBO Aspac, tetapi Temuzin Rambing juga berhasil mengamankan gelar para petinju UOB Buana Semarang. Antara lain, gelar Roy Mukhlis dan gelar Wajib Suswanto. (ado).

Source : Radar Timika (6 Januari 2009)

Roy Mukhlis To Face Simson Butar-Butar on January 30

By : Temuzin Rambing

Semarang - Indonesian boxer world rated WBA # 11 and WBO # 7, Roy 'The Snipper' Mukhlis ready to battle against Simson 'Terminator' Butar-Butar for vacant WBC International at Super Featherweight division. 'I really waiting for the big event (Jan 30). My job only concentrate and training hard to preparing my fight', said Mukhlis. Roy Mukhlis has a record of 20-2-2 (16 KOs) while Simson Butar-Butar has a record of 19-8-1 (14 KOs). This WBC International belt was vacated after Yuriorkis 'Cuban Superstar' Gamboa decided to campaign in the Featherwight division.

Until now, Roy Mukhlis still handle the PABA crown while Simson Butar-Butar was a former IBO Asia champ at same division. Soeryo Guritno as promoter said that he was making a fixed schedule for this event, on January 30 in Jakarta.

Besides the above bout, also scheduled is a fight for the vacant WBC International Super Lightweight Title between Billy Sumba versus Yakob Jack', explained Guritno.

As of know, Billy Sumba is current Indonesian Lightweight Champ who is rated by the OPBF at # 6.

The promoter didn't explain specifically whom tv channel will work together. The issued mention that Trans7 TV is priority.

Source : Boxingscene ( Jan 07, 2009)

Monday, January 5, 2009

Wajib Suswanto Duel Wushu dan Kick Boxing

JAKARTA - Ada banyak cara bagi petinju untuk terus mendapatkan penghasilan. Selain terus berusaha naik ring, ada yang pilih menekuni cabang olahraga (cabor) lain.

Itu pula yang dilakukan oleh Wajib Suswanto. Juara kelas bulu (57,1 kg) versi WBO Aspac ad interim tersebut diterjunkan dalam kejurda wushu di Purwokerto, Jateng, medio November lalu. Selain Wajib, Rasmanudin, Richard Samosir, Billy Sumba, dan Ricky Ambon turun dalam kejuaraan itu. Mereka semua merupakan petinju dari Sasana UOB Buana Semarang.

Tak hanya wushu, Wajib berencana turun dalam pertarungan kick boxing pada 17 Januari mendatang di Jateng. "Daripada nggak ada pertandingan, lebih baik ikut bertarung di kejurda wushu atau kick boxing. Dengan begitu, naluri bertarung kami bisa terus terjaga," ucap Wajib.

Terakhir, Wajib mempertahankan gelarnya setelah dinyatakan menang angka atas Jonel Alivio dari Filipina pada 7 Juni 2008. Praktis, baru sekali itu Wajib mempertahankan gelar.

Dia berhak menyandang gelar juara tersebut setelah dinyatakan menang TKO ronde kedua atas Theophilus Quaye dari Ghana pada 3 Mei 2008 di Jakarta.

Sementara itu, Daud "Cino" Jordan lebih beruntung. Dia masih bisa naik ring pada 22 Desember lalu. Hanya, juara kelas bulu versi WBO Aspac Youth tersebut berlaga pada duel nongelar. Level sang lawan pun jauh di bawahnya. Buktinya, dia menang TKO pada ronde kedua atas Hardian Siregar.

Sementara itu, untuk mengantisipasi agar peringkat Cino di WBO tidak turun, seluruh hasil pertandingan petinju tersebut dilaporkan kepada badan tinju dunia itu (WBO). Upaya tersebut dilakukan Pino Bahari selaku promotor agar Cino tetap bertengger sebagai penantang peringkat ketiga versi WBO. (ado/diq)

Source : Selasa, 06 Januari 2009 (Jawapos)