


Dalam pertarungan selama 12 ronde tersebut, ketiga hakim memenangkan The Sniper -julukan Roy. Hakim A Alfonso Sihombing memberikan nilai 117-111, hakim B Marten Kasangke mengeluarkan angka 116-112, dan hakim C Hendra Julio memberikan nilai 118-110.
The Sniper menyatakan puas meski hanya mampu menang angka. Apalagi, lawan sebelumnya sesumbar akan menjatuhkan dia pada ronde ketiga.
"Saya sempat emosi. Sehingga, pada ronde ketujuh saya ngomong pada dia, 'Ayo buktikan, katanya mau jatuhkan saya di ronde ketiga',"ucapnya setelah pertandingan.
Sukses itu membuat koleksi sabuk bergengsi petinju 23 tahun yang dilahirkan di Sumba Barat, NTT, 4 Oktober 1986, tersebut menjadi tiga. Dua sabuk juara sebelumnya masing-masing diperoleh dari Pan Asian Boxing Federation (PABA) dan WBO Oriental.
Status triple champions itu mendorong promotor Soeryo Goeritno untuk kembali mempromotori Roy ke pertarungan berikutnya, tapi dengan jenjang lebih tinggi.
"Saya akan mempertarungkan Roy melawan juara dunia WBC," papar Soeryo kepada wartawan sesudah pertarungan perebutan gelar WBC International tersebut.
Sabuk juara dunia versi WBC di kelas ringan junior saat ini dipegang petinju Meksiko Humberto Soto. Petinju 28 tahun itu baru menyandang sabuk tersebut pada 20 Desember 2008. Sabuk itu diperoleh setelah Soto dinyatakan menang angka mutlak atas Francisco Lorenzo dari Republik Dominika dalam pertarungan perebutan gelar lowong.
Soto dijadwalkan harus mempertahankan gelar pada 28 Maret mendatang. Tapi, sampai kemarin (31/1) lawannya belum ditentukan.
Momentum lawan Soto yang belum ditentukan itu akan dimanfaatkan oleh Soeryo. Jika segala sesuatu berjalan mulus, dalam tiga bulan mendatang dia sudah menjadwalkan mempertarungkan Roy dalam perebutan gelar juara dunia versi WBC.
"Saya ingin menghelat pertarungan perebutan gelar juara dunia versi WBC itu pada Maret 2009. Saya berharap Roy tidak lama-lama istirahat. Sebab, pertarungan berikutnya pasti lebih berat," terang Soeryo. (ado/diq)
Source : Jawa Pos


