JAKARTA - Keinginan menyaksikan lagi Muhammad Rachman naik ring harus disimpan dulu. Mantan juara dunia kelas terbang mini (47,6 kg) versi IBF tersebut batal menghadapi Rollen del Castillo (Filipina) dalam pertarungan gelar WBO Oriental.
Itu terjadi bukan karena keduanya kurang siap. Tetapi, acara tempat Rachman maupun Castillo bakal duel, Best Boxing di saluran Trans7, bakal dihentikan. Celakanya, penghentian itu dilakukan secara mendadak. Trans7 baru memberitahukan hal tersebut kepada promotor Temuzin Rambing tiga hari pascalebaran Idul Fitri.
"Ini yang membuat kami pusing. Soalnya, pemberitahuan penghentian program Best Boxing itu baru kami terima Jumat, 3 Oktober 2008," kata Temuzin.
Selama Ramadan, memang sudah disepakati tidak ada pertandingan. Nah, saat vakum itulah, Temuzin menyusun partai-partai menarik untuk dilagakan setelah Idul Fitri. Dari program yang sudah disusun itu, sedikitnya sudah ada tiga petinju papan atas yang akan bertarung dalam perebutan gelar internasional.
Perhelatan diawali dengan pertarungan perebutan gelar WBO Aspac Youth di kelas bulu (57,1 kg) antara petinju Indonesia Maraingin Marbun melawan Thiti Sithkosol (Thailand) yang digelar pada Sabtu, 11 Oktober mendatang. Duel itu menjadi partai utama pembuka pascalebaran, di samping beberapa partai tambahan lainnya.
Sepekan kemudian, Temuzin sudah pula menyusun partai utama internasional lain. Yakni, perebutan gelar di kelas super bulu versi WBO Oriental dan PABA antara juara bertahan Roy Mukhlis (Bank Buana Semarang) melawan juara IBO Simson Butar Butar (Sasana Demokrat Jakarta) pada 18 Oktober mendatang. Setelah itu, Temuzin baru memanggungkan Rachman.
Dengan munculnya keputusan mendadak dari Trans7, seluruh program tersebut otomatis dibatalkan. Padahal, sebagian petinju luar negeri yang akan tampil di partai utama sudah melakukan kontrak dengan promotor. Tak pelak, Temuzin harus bisa menjelaskan kepada para petinju yang sudah dikontrak sebelumnya tentang pembatalan tersebut.
"Kami akan menjelaskan masalah ini secara gamblang, terutama kepada petinju luar negeri. Setelah itu, kami bakal mengundang manajer dan petinju dalam negeri untuk menjelaskan hal serupa. Mudah-mudahan semua bisa dimengerti," ucap Temuzin.
Kabarnya, program Best Boxing di Trans 7 dihentikan karena rating-nya kalah dengan program lain.
Sementara itu, Public Relation Trans7 Linda yang dikonfirmasi membenarkan. "Keputusan manajemen memang untuk sementara meniadakan program Best Boxing, dimulai Idul Fitri 2008. Untuk selanjutnya, masih dipikirkan kemungkinan akan tetap menggelar pertandingan tinju, tetapi bertaraf internasional," tegas Linda. (ado/diq)
Source : Jawapos (Rabu, 8 Oktober 2008)
Thursday, October 9, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)