Thursday, March 4, 2010

Pentaskan Roy Mukhlis, Menpora Siap Berikan Jaminan ke WBC


JAKARTA, KOMPAS.com — Petinju Roy Mukhlis selangkah lagi bisa bertarung untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas bulu super WBC. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alifian Mallarangeng bersedia memberikan surat jaminan kepada WBC untuk mendukung pertarungan perebutan gelar lowong tersebut.

"Saya bukan hanya siap mendukung pertarungan Roy Mukhlis untuk merebut gelar juara dunia WBC yang lowong. Kalau perlu saya akan keluarkan surat jaminan untuk mendukung pertarungan itu bisa digelar di Indonesia kepada pihak WBC," ungkap Andi saat menerima pelatih Roy Mukhlis, Sutan Rambing, dan Promotor Temujin Rambing di Gedung Menpora, Senin (1/3/2010).

Andi, yang didampingi Staf Khusus Olahraga Kempora Ivana Lie dan Staf Ahli Prof James Tangkudung, meminta Temujin Rambing agar mengusahakan surat dari WBC yang menyetujui pertarungan Roy Mukhlis dan pelaksanaannya di Indonesia.

"Pertama, saya minta dipastikan surat persetujuan WBC bahwa perebutan gelar lowong itu dilaksanakan di Indonesia. Jadi, kita bisa bergerak untuk mencari dukungan dana untuk menggelar pertarungan itu. Bagaimana kita bisa mencari dukungan kalau tidak ada kepastian pertarungan tempat dan waktunya," paparnya.

Sementara itu, Temujin mengatakan bahwa upaya untuk mengambil pertarungan perebutan gelar lowong itu sudah diusahakan Chandru G Lalwani, perwakilan WBC untuk Indonesia yang juga sebagai bendahara WBC. "Kita telah mengupayakan pertarungan itu melalui Chandru G Lalwani. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa diperoleh kepastian," jelasnya.

Selain itu, Andi juga meminta Sutan Rambing segera mempersiapkan Roy Mukhlis dengan maksimal untuk menghadapi pertarungan itu sehingga anak asuhnya bisa mengikuti jejak Chris John yang sudah lebih dulu menjadi juara dunia WBA sekaligus menjadi petinju pertama Indonesia yang menjadi juara dunia WBC.

"Saya ingin semua ditata dengan baik. Bukan hanya masalah sponsor, tetapi petinjunya juga disiapkan dengan baik sehingga gelar juara dunia itu bisa diraih," tandasnya.

Secara khusus, Andi meminta Sutan Rambing yang melahirkan Chris John tidak hanya mencetak petinju profesional berkualitas, tetapi juga petinju amatir dalam upaya mewujudkan keinginan Indonesia untuk bisa merebut gelar juara umum pada saat menjadi tuan rumah SEA Games 2011.

"Terus terang, saya kecewa dengan hasil yang diperoleh tinju amatir di mana pada SEA Games 2007 dan 2009 tidak mampu merebut medali emas. Makanya, saya berharap Sutan bukan hanya membina petinju profesional, tetapi petinju amatir juga jangan dilupakan," ujarnya.

"Darah saya itu darah tinju. Hidup saya selama ini saya abdikan untuk kepentingan tinju profesional dan amatir. Sekarang saja, saya sudah mendirikan sekolah tinju dan wushu di Semarang dengan dana sendiri," jawab Sutan, yang menyatakan dirinya bersedia jika diminta menyiapkan petinju berkualitas untuk ditampilkan pada SEA Games 2011.

"Indonesia punya banyak petinju berbakat. Hanya saja, tidak dibina dengan baik. Berikan saya waktu. Pasti saya bisa ciptakan petinju yang berkualitas dan mampu merebut medali emas," papar Sutan.

Source : Kompas
Senin, 1 Maret 2010 | 19:33 WIB

Sunday, December 27, 2009

Gagal di Final, Amri Hanya Raih Perak

Cabang tinju Indonesia dipastikan pulang tanpa membawa medali emas setelah pada partai terakhir, Kamis, dua petinju Indonesia yang turun dalam final Matius Mandingan dan Ahmad Amri gagal memenangi final di SEA Games XXV Laos.

Dalam pertandingan final tersebut Matius dikalahkan oleh petinju Thailand Chatchai Buddee sedangkan Amri harus mengakui keunggulan Muhd Fairuz Azwan dari Malaysia.

Dengan hasil ini, cabang tinju memastikan gagal mencapai target meraih medali emas, dan hanya mengumpulkan tiga perak, lima perunggu. Satu medali perak lainnya direbut atlet putri Indri Sabaimana.

"Kami juga cukup menyesal pulang tanpa medali emas, tapi kenyataannya memang begitu para pesaing memang lebih punya kualitas satu tingkat di atas kami," kata manajer tim Samsul Anwar Harahap. ***5***

Sunday, December 13, 2009

Achmad Amri Tembus Final Sea Games

Minggu, 13 Desember 2009 | 21:06 WIB

Petinju asal KukuBima Ener-G BC Semarang, Achmad Amri, tinggal selangkah lagi untuk menggapai medali emas di ajang SEA Games XXV Laos setelah lolos ke final di Olympasia Gymnasium, National University, Minggu (13/12-'09).

Amri yang tampil di kelas 81 kilogram berhasil mengungguli petinju tuan rumah Laos Sisuphanh dengan point 12:8.

Di final Amri akan berhadapan dengan petinju Malaysia Muhd Fairus Azwan yang menundukkan E Phou Thang (Kamboja) 9:3.

Friday, December 11, 2009

Rasmanudin Juara Nasional Kelas Bantam

Jakarta, 05 Desember 2009
Menepis keraguan penonton, Rasmanudin (KukuBima Ener-G Semarang) membuktikan yang terbaik di kelas Bantam mengalahkan Boydo Simanjuntak dengan kemenangan mutlak.
Kunci kemenangan Rasmanudin terletak pada ketepatan strategy serta disiplin menjaga pola permainan. Dengan permainan yang taktis, tidak heran apabila petinju ranking # 6 OPBF ini memenangkan pertandingan dengan angka mutlak. Semua hakim memberikan nilai 97-95, 98-92 dan 96-95 untuk kemenangan petinju asuhan KukuBima Ener-G BC Semarang ini.

Dengan kemenangan ini tentunya jenjang International sudah tampak dipelupuk mata. Namun secara umum performance Rasmanudin perlu ditingkatkan, terutama power dan killer insting-nya. Setelah kemenangan kemarin record Rasmanudin menjadi 12-0-1 (8 KOs).

Thursday, December 10, 2009

Billy Sumba Kalah TKO

JAKARTA - Keberanian Billy Sumba bertarung dengan juara bertahan kelas welter junior (63,5 kg) versi Asosiasi Tinju Indonesia Ramadhan Wereuw (Anim'Ha BC Merauke) harus dibayar mahal. Billy tak hanya gagal total merebut sabuk milik Ramadhan. Dia juga harus kehilangan sabuk juara kelas ringan (61,2 kg) versi yang sama.

Dalam pertarungan di studio TVRI, Jakarta, Sabtu malam (28/11) itu, Billy dinyatakan kalah TKO ronde keempat. Pertarungan yang dijadwalkan sepuluh ronde tersebut dihentikan wasit Edy Damri pada detik-detik terakhir ronde keempat. Itu terjadi setelah terjadi barter pukulan antara Ramadhan terhadap Billy.

Menurut tim KBE-BC, penghentian Billy tsb agak kontroversial dan cenderung prematur. Pada saat Billy jatuh pertama kali dan sempoyongan, bila dihentikan saat itu kami menilai wajar. Namun ketika 'good recovery' dan terjadi barter pukulan kok malah dihentikan. itu yang kami nilai tidak wajar, "tegas Sutan Rambing.

Friday, November 27, 2009

Billy Sumba vs Ramadhan Weriu

Kejurnas Kelas Welter Jr 63.5 Kg
Juara nasional kelas Ringan 61.2 kg asal Kuku Bima Ener-G Semarang, Billy Sumba, akan berjibaku dengan Ramadhan Weriu (Papua) besok Sabtu 28 November 2009.

Kendati berstatus sebagai juara nasional, namun dalam pertarungan besok status Billy adalah sebagai penantang. Pasalnya kelas dalam pertandingan besok adalah kelas Welter Jr 63.5 kg, dimana Ramadhan adalah sebagai pemegang sabuk nasional.

Partai Billy versus Ramadhan layak disebut salah satu duel bernilai, karena masing-masing merupakan juara nasional.

Dalam acara timbang badan (weight-in) bobot kedua petinju menunjukkan skala ideal.
Billy Sumba berbobot 62.94 kg, sedangkan Ramadhan Weriu berbobot 62.81 kg.

Pertandingan kejurnas ini akan disiarkan langsung oleh TVRI Nasional pukul 22.30 s/d selesai.

Photo : Temuzin, Billy Sumba, Ramadhan Weriu dan Lado

Friday, November 13, 2009

Peringkat Roy Mukhlis Naik

JAKARTA - Sukses Roy Mukhlis mempertahankan gelar kelas ringan junior (58,9 kg) WBC International berimbas positif pada daftar peringkat dunia WBC. Petinju binaan Kuku Bima Ener-G Semarang, Jateng, itu sekarang bercokol di peringkat keempat badan tinju dunia tersebut.

Promotor Temuzin Rambing mengatakan, penetapkan peringkat terbaru Roy diputuskan dalam rapat WBC rating committee pada 3 November lalu di Ramada, Jeju Island, Korea Selatan. Sebelumnya, Roy berada di peringkat kelima WBC.

Penetapan peringkat baru Roy tersebut didasari aktivitas petinju binaan pelatih Sutan Rambing itu dalam pertarungan internasional. Terutama ketika Roy berhasil mempertahankan gelarnya setelah dinyatakan menang TKO ronde ke-9 di antara 12 ronde yang direncanakan atas petinju Thailand, Vacharakrit Senahan, di Studio TVRI Pusat Senayan, Jakarta, pada 24 Oktober lalu. (ado/diq)
Source : Jawapos, 13 November 2009