JAKARTA, KOMPAS.com — Petinju Roy Mukhlis selangkah lagi bisa bertarung untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas bulu super WBC. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alifian Mallarangeng bersedia memberikan surat jaminan kepada WBC untuk mendukung pertarungan perebutan gelar lowong tersebut."Saya bukan hanya siap mendukung pertarungan Roy Mukhlis untuk merebut gelar juara dunia WBC yang lowong. Kalau perlu saya akan keluarkan surat jaminan untuk mendukung pertarungan itu bisa digelar di Indonesia kepada pihak WBC," ungkap Andi saat menerima pelatih Roy Mukhlis, Sutan Rambing, dan Promotor Temujin Rambing di Gedung Menpora, Senin (1/3/2010).
Andi, yang didampingi Staf Khusus Olahraga Kempora Ivana Lie dan Staf Ahli Prof James Tangkudung, meminta Temujin Rambing agar mengusahakan surat dari WBC yang menyetujui pertarungan Roy Mukhlis dan pelaksanaannya di Indonesia.
"Pertama, saya minta dipastikan surat persetujuan WBC bahwa perebutan gelar lowong itu dilaksanakan di Indonesia. Jadi, kita bisa bergerak untuk mencari dukungan dana untuk menggelar pertarungan itu. Bagaimana kita bisa mencari dukungan kalau tidak ada kepastian pertarungan tempat dan waktunya," paparnya.
Sementara itu, Temujin mengatakan bahwa upaya untuk mengambil pertarungan perebutan gelar lowong itu sudah diusahakan Chandru G Lalwani, perwakilan WBC untuk Indonesia yang juga sebagai bendahara WBC. "Kita telah mengupayakan pertarungan itu melalui Chandru G Lalwani. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa diperoleh kepastian," jelasnya.
Selain itu, Andi juga meminta Sutan Rambing segera mempersiapkan Roy Mukhlis dengan maksimal untuk menghadapi pertarungan itu sehingga anak asuhnya bisa mengikuti jejak Chris John yang sudah lebih dulu menjadi juara dunia WBA sekaligus menjadi petinju pertama Indonesia yang menjadi juara dunia WBC.
"Saya ingin semua ditata dengan baik. Bukan hanya masalah sponsor, tetapi petinjunya juga disiapkan dengan baik sehingga gelar juara dunia itu bisa diraih," tandasnya.
Secara khusus, Andi meminta Sutan Rambing yang melahirkan Chris John tidak hanya mencetak petinju profesional berkualitas, tetapi juga petinju amatir dalam upaya mewujudkan keinginan Indonesia untuk bisa merebut gelar juara umum pada saat menjadi tuan rumah SEA Games 2011.
"Terus terang, saya kecewa dengan hasil yang diperoleh tinju amatir di mana pada SEA Games 2007 dan 2009 tidak mampu merebut medali emas. Makanya, saya berharap Sutan bukan hanya membina petinju profesional, tetapi petinju amatir juga jangan dilupakan," ujarnya.
"Darah saya itu darah tinju. Hidup saya selama ini saya abdikan untuk kepentingan tinju profesional dan amatir. Sekarang saja, saya sudah mendirikan sekolah tinju dan wushu di Semarang dengan dana sendiri," jawab Sutan, yang menyatakan dirinya bersedia jika diminta menyiapkan petinju berkualitas untuk ditampilkan pada SEA Games 2011.
"Indonesia punya banyak petinju berbakat. Hanya saja, tidak dibina dengan baik. Berikan saya waktu. Pasti saya bisa ciptakan petinju yang berkualitas dan mampu merebut medali emas," papar Sutan.
Source : Kompas
Senin, 1 Maret 2010 | 19:33 WIB
